Friday, January 10, 2014

Resensi Artikel Bahasa Indonesia

Judul Artikel         : Bahaya Merokok pada Pagi Hari
Tanggal Terbit      : Selasa, 09 Agustus 2011
Penerbit                : Kompas.com

Merokok pada pagi hari, apalagi ditemani secangkir kopi, sudah menjadi ritual yang sulit ditinggalkan. Namun, kebiasaan tersebut tampaknya perlu dihentikan karena merokok pada awal hari lebih berbahaya daripada merokok pada siang atau malam hari.Penelitian menunjukkan, merokok setelah bangun tidur akan meningkatkan risiko terjadinya kanker paru, leher, dan kepala."Perokok pagi hari memiliki tingkat nikotin yang tinggi  dan racun lain dari tembakau di tubuhnya. Mereka juga  lebih kecanduan daripada perokok yang menahan diri untuk tidak merokok setengah jam atau lebih setelah bangun tidur," kata peneliti Joshua Muscat dari Penn State College of Medicine.Untuk mengetahui mengapa ada perokok yang terkena kanker dan tidak, Muscat dan timnya meneliti adakah kaitan antara risiko kanker dengan kebiasaan mengisap rokok pertama pada pagi hari.Penelitian pertama melibatkan 4.775 pasien kanker paru dan 2.835 perokok lain yang tidak memiliki kanker paru-paru. Mereka yang merokok 30 menit setelah bangun tidur berisiko 1,79 kali lebih tinggi menderita  kanker paru-paru dibandingkan dengan mereka yang menunggu lebih dari 60 menit.Sementara itu, orang-orang yang merokok 31-60 menit setelah bangun memiliki risiko 1,31 kali dibandingkan dengan mereka yang menunggu setidaknya satu jam.Penelitian kedua melibatkan 1.055 orang dengan kanker otak dan leher serta 795 orang yang merokok tetapi tidak menderita kanker otak dan leher. Mereka yang merokok dalam waktu 30 menit saat bangun berisiko 1,59 kali menderita kanker otak dan leher dibandingkan dengan mereka yang menunggu satu jam.Adapun risiko perokok yang merokok 31-60 menit setelah bangun 1,42 kali daripada mereka yang menunggu setidaknya satu jam.Para peneliti mengatakan, temuan ini dapat membantu mengidentifikasi perokok yang berisiko sangat tinggi terhadap kanker paru-paru, otak, dan leher serta mendapat manfaat dari program penghentian merokok yang ditargetkan.Kendati demikian, risiko menderita kanker tetap tinggi pada mereka yang masih meneruskan kebiasaan merokoknya tanpa melihat waktu.

Analisis Unsur Instrinsik
Tema :  Kesehatan
Amanat : Jangan biarkan zat – zat berbahaya yang terkandung dalam rokok merusak tubuh.

Analisis Unsur Ekstrinsik
Nilai moral
Banyak zat – zat beracun dan berbahaya dalam rokok, bukan hanya merugikan tapi zat zat tersebut dapat merusak tubuh serta syaraf pada otak, sehingga menyebabkan penyakit yang serius.

Nilai sosial
Merokok pada pagi hari dan ditemani oleh secangkir kopi sudah menjadi tradisi masyarakat, akan tetapi hal yang perlu diketahui ialah merokok pada pagi hari lebih berbahaya dibandingkan merokok pada siang atau malam hari.

Keunggulan Arttikel
Memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai resiko daripada merokok pada pagi hari, karena kurangnya pengetahuan perokok akan bahayanya merokok pada awal pagi hari walaupun pada siang dan malam hari merokok tetap menyebabkan beberapa penyakit serius yang terjadi.

Kelemahan Artikel
Tidak dijelaskan secara jelas mengenai zat-zat yang terkandung dalam rokok dan yang menyebabkan penyakit dari rokok.

Kesimpulan
Artikel dapat dibaca atau dipublikasikan kepada semua orang, sebagai bentuk memberikan peringatan kepada perokok akan bahaya dari merokok.


Referensi


Tuesday, October 8, 2013

Tugas 2 - Bad Design


1.       Contoh halaman bad design website :
 

2.       Alasan mengapa web tersebut memiliki desain yang buruk (bad design) :
·         Loading yang lama
·         Judul web yang panjang
·         Halaman harus di-scroll menyamping
·         Tidak memiliki fokus tema
·         Peletakan elemen (teks, paragraf, gambar,dsb) yang berantakan
·         Tombol navigasi yang tidak teratur
·         Tata letak frame-frame terkesan acak-acakan
·         Terdapat broken link (link tanpa tujuan)
·         Terdapat gambar yang tidak sinkron dengan tema web
·         Kombinasi warna pada tulisan yang tidak sesuai.
·         Terlalu banyak iklan


3.       Ciri-ciri website yang baik (menurut pribadi) :
·         Loading halaman yang tidak memakan waktu yang terlalu lama
·         Gunakan elemen grafis (foto, gambar, dsb.) untuk mengisi jeda antara paragraf dalam sebuah tulisan berukuran sangat panjang.
·         Warna latar belakang tidak bertabrakan dengan warna teks
·         Teks cukup besar untuk dibaca, tetapi jangan terlalu besar
·         Informasi jelas
·         Kolom teks lebih kecil dari kolom di buku untuk memudahkan membaca di layar
·         Tombol dan bar navigasi mudah dipahami penggunaannya
·         Navigasi konsisten di seluruh situs
·         Tombol dan bar navigasi memberi petunjuk kepada pengunjung dimana mereka berada sekarang, dan halaman apa yang mereka lihat sekarang
·   
      Tidak terlalu banyak iklan yang memusingkan



Portofolio IMK



Curriculum Vitae

Marcelle Rachel
Born in Jakarta, March 17th, 1992
Single, Christian Protestant
Address            : Perumahan Garden No. 2
 Handphone    : 0856-12345678
Email                : marcelle@ymail.com


Working Experience
·        Clerk and Customer Service, Internship, June 2009 – July 2009
        Gramedia Book Store, Cinere Mall
Job Descriptions :
-        Labeling
-        Give a Prima Service to Customers
-        Help customers to find the book
-        Wrap a book

·        Administration Staff  (Assistant Secretary), Internship, August 2009 – September 2009
        KPP Pratama (Tax Office), Pasar Minggu
Job Descriptions :
-        Filling
-        Distribute document to divisions
-        Fax
-        Photocopy


Skills
·        Able to operate computer
·        Able to operate Ms. Office (Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Power Point and Ms. Outlook)
·        Good in English both spoken and written
·        Able to type with 10 fingers

Education Background
1. 2011 - Present  : Gunadarma University, Information System
2. 2007 - 2010       : Tarakanita

Interest and Hobbies

·     Music           
·     Books
·     Art
·     Motorcycle
·     Sport
·     Swimming
·     Reading
·     Playing Basket ball


Friday, December 28, 2012

Proses Organisasi


Menurut definisinya, proses adalah serangkaian langkah sistematis, atau tahapan yang jelas dan dapat ditempuh berulangkali, untuk mencapai hasil yang diinginkan. Jika ditempuh, setiap tahapan itu secara konsisten mengarah pada hasil yang diinginkan.

a.       Proses Mempengaruhi
Dalam perusahaan tentu adanya proses peran dari masing – masing pegawai dalam suatu perusahaan. Proses peranpun itu meliputi cara kerjanya perusahaan untuk mencari harapan yang terbaik.Dimana perusahaan bisa untuk berkembang dengan baik tanpa adanya hal untuk saling mempengaruhi.Peran itupun akan saling menunjang kemajuan perusahaan.Karena dengan adanya peran untuk saling mempengaruhi maka perusahaan akan saling terdapat komunikasi yang baik didalam menjalin etika yang formal.
Dari sini akan tampak bahwa setiap perusahaan akan bisa mempengaruhi setiap pegawainya unutk melakukan hal yang terbaik. Berikut akan dijelaskan bagaimana peran proses mempengaruhi dalam suatu perusahaan.Proses mempengaruhi adalah suatu kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.sedangkan elemen – elemen nya adalah :

-   Orang yang mempengaruhi (0)‏
-   Metode mempengaruhi (→)‏
-   Orang yang dipengaruhi (p)‏

Jadi proses mempengaruhi : 0 → p

b.      Proses Penggambilan Keputusan
Suatu keputusan diambil untuk dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan, dan dalam proses pengambilan keputusan tersebut terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan. Sondang P. Siagian dalam bukunya Filsafat Administrasi mengemukakan tiga kekuatan yang mempengaruhi proses pebgambilan keputusan, yaitu:
1.  Dinamika individu dalam organisasi, yaitu proses keputusan harus mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan terjadi pada diri setiap individu, situasi dan kondisi pandangan individu terhadap diri mereka sendiri mempengaruhi terhadap keputusan organisasi.
2.  Kelompok dalam organisasi, yaitu pemimpin yang ingin melakukan proses pengambilan keputusan harus mempertimbangkan situasi dan kondisi kepribadian rangkap anggotanya (kepribadian individu dan kepribadian ketika bersama kelompoknya). Hal ini dilakukan agar proses keputusan dapat mempercepat proses pendewasaan kelompok kerja dalam organisasi.
3. Dinamika lingkungan organisasi, yaitu semua keputusan organisasi harus memperhitungkan tekanan-tekanan yang bersumber dari lingkungan. Istilah dinamika digunakan untuk menunjuk bahwa segala sesuatu selalu mengalami perubahan, dan dinamika tersebut yang menuntut adanya peningkatan kemampuan mengambil keputusan yang selaras dengan perubahan-perubahan yang sedang dan yang akan terjadi

www.gunadarma.ac.id

Macam-macam Organisasi dari Segi Tujuan

 Organisasi dari segi tujuan

a.       Organisasi Niaga
Organisasi niaga adalah organisasi bertujuan untuk memperoleh keuntungan. 
Macam-macam organisasi niaga, yaitu :
1.       Perseroan Terbatas (PT)
Perusahaan yang modal dan sahamnya terdiri dari saham milik pribadi dan sebagian dari pihak lain atau asing.

2.       Perseroan Komanditer (CV)
Suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.

3.       Firma (FA)
Sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama.

4.       Koperasi
Organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

5.       Join Ventura
       Kerjasama dua pihak atau lebih dalam bidang bisnis untuk membentuk sebuah perusahaan baru. Dua pihak tersebut boleh pihak yang sama-sama dari dalam negeri maupun pihak dalam negeri dan luar negeri.

6.       Trust
Gabungan atau kerjasama dari beberapa perusahaan.

7.       Kontel
Persekutuan berbagai perusahaan yang sejenis yang memiliki perjanjian tertentu .

8.       Holding Company
Perusahaan yang sahamnya patungan yang biasanya mengawasi 1 atau lebih perusahaan . Kepemilikan sahamnya bisa sebagian atau keseluruhan.



b.      Organisasi Sosial
Organisasi sosial adalah suatu perkumpulan orang yang dibentuk oleh masyarakat dalam bentuk perkumpulan sosial baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.

Organisasi sosial ini berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat untuk membangun bangsa dan negara agar menjadi lebih baik lagi.

Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :
1.       Jalur Keagamaan
2.       Jalur Profesi
3.       Jalur Kepemudaan
4.       Jalur Kemahasiswaan
5.       Jalur Kepartaian & Kekaryaan

Ciri-ciri organisasi sosial, yaitu :
1.       Rumusan batasan-batasan operasional dari suatu organisasi jelas
2.       Menetapkan para anggotanya secara formal
3.       identitas yang jelas

c.       Organisasi Regional dan Internasional
Organisasi regional adalah organisasi yang ruang lingupnya lebih luas, namun hanya wilayah – wilayah Negara tertentu saja yang terlibat didalam oganisasi ini. Berbeda dengan Organisasi Internasional, organisasi ini memiliki ruang linkup lebih besar daripada Organisasi Regional, Organisasi Internasional wilayah yag terlibat didalamnya mencakup seluruh Negara di dunia.





http://www.gunadarma.ac.id

Friday, December 21, 2012

Konflik Organisasi



Konflik merupakan suatu masalah yang timbul akibat ketidakcocokan ataupun akibat perbedaan pendapat dalam suatu organisasi,masih banyak lagi faktor-faktor penyebab konflik yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Macam-macam konflik dalam Organisasi :
-          Konflik antar bawahan di bagian yang sama dalam sebuah organisasi, konflik dari pihak bawahan dengan pihak bawahan yang setara bagiannya,misalnya konflik antar seksi dalam organisasi.
-          Konflik antara bawahan dan pimpinan di bagian yang sama dalam sebuah organisasi, konflik antara bawahan dengan pimpinan,seperti sekretaris dengan ketua,bendahara dengan ketua.
-          Konflik antar bawahan di bagian yang berbeda dalam sebuah organisasi,konflik antara bawahan namun di bagian yang berbeda.
-          Konflik antara pimpinan dan bawahan di bagian yang berbeda dalam sebuah organisasi,misalnya konflik antara pimpinan dari seksi A dengan Bawahan dari seksi B
-          Konflik antar pimpinan bagian yang berbeda dalam sebuah organisasi.

Dan lain sebagainya,konflik antar pimpinan namun dalam bagian yang berbeda, misalnya konflik antara ketua seksi A dengan Ketua seksi B yang saling berbeda pendapat.

Semua konflik pasti memiliki sumber dan penyebab-penyebab,berikut ini ada beberapa sumber konflik dalam sebuah organisasi :
-          Faktor komunikasi (communication factors) : Disebabkan oleh Kesalahan komunikasi atau komunikasi yang kurang baik antar bawahan,antar pimpinan ataupun antar bawahan dan pimpinan
-          Faktor struktur tugas maupun struktur organisasi (job structure or organization structure) : Disebabkan oleh kurang baiknya susunan struktur organisasi yang dibuat.
-          Faktor yang bersifat personal. (personal factors) : Disebabkan oleh faktor individu yang memang sudah saling memiliki konflik satu sama lainnya
-          Faktor lingkungan (environmental factors) : Faktor lingkungan yang kurang mendukung organisasi tersebut sehingga terjadi konflik satu sama lainnya.

Setiap konflik atau masalah pasti bisa diatasi ,asalkan dengan cara dan pendekatan yang benar,ada beberapa tahapan dalam penyelesaian konflik dalam organisasi.

Stimulasi Konflik
·         Peningkatan persaingan antar individu dan kelompok
·         Pelibatan pihak eksternal ke dalam bagian dimana konflik terjadi
·         Perubahan aturan main atau prosedur yang ada


Pengendalian Konflik
·         Perluasan penggunaan sumber daya organisasi
·         Peningkatan Kordinasi dalam organisasi
·         Penentuan tujuan bersama yang dapat mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam konflik
·         Mempertemukan perilaku dan kebiasaan kerja dari para pegawai

Penyelesaian dan Penghilangan Konflik
·         Penghindaran Konflik dengan jalan penghindaran sumber-sumber konflik
·         Intervensi terhadap pihak-pihak yang terlibat konflik untuk melakukan kompromi
·         Mengakomodasi keinginan pihak-pihak yang terlibat konflik dalam suatu forum penyelesaian konflik.

Motivasi
pengertian motivasi adalah pemberian daya pendorong atau penggerak yang diberikan pimpinan kepada seseorang dengan maksud agar seseorang itu mau bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi. Teori motivasi Untuk memahami tentang motivasi, kita akan bertemu dengan beberapa teori tentang motivasi, antara lain :

a.       Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :
1.       Fisiologikal (Physiological Needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex;
2.       Kebutuhan rasa aman (Safety Needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual;
3.       Kebutuhan akan kasih sayang (love needs);
4.       Kebutuhan akan harga diri (Esteem Needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan
5.       Aktualisasi Diri (Self Actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.

Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua,- dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.

Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia makin mendalam penyempurnaan dan “koreksi” dirasakan bukan hanya tepat, akan tetapi juga memang diperlukan karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia berlangsung secara simultan. Artinya, sambil memuaskan kebutuhan fisik, seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman, merasa dihargai, memerlukan teman serta ingin berkembang.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki. Dalam hubungan ini, perlu ditekankan bahwa :

ü  Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang.
ü  Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan fisik, bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya.
ü  Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu.

Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif.

b.       Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Achievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan : “Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.” Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu :
1.       Sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat.
2.       Menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya.
3.       Menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.

c.        Teori Clyton Alderfer (Teori ERG)
Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan)
Jika makna tiga istilah tersebut didalami akan tampak dua hal penting. Pertama, secara konseptual terdapat persamaan antara teori atau model yang dikembangkan oleh Maslow dan Alderfer. Karena “Existence” dapat dikatakan identik dengan hierarki pertama dan kedua dalam teori Maslow; “ Relatedness” senada dengan hierarki kebutuhan ketiga dan keempat menurut konsep Maslow dan “Growth” mengandung makna sama dengan “self actualization” menurut Maslow. Kedua, teori Alderfer menekankan bahwa berbagai jenis kebutuhan manusia itu diusahakan pemuasannya secara serentak. Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa :
ü  Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan untuk memuaskannya;
ü  Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan;
ü  Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar.

Tampaknya pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. Artinya, karena menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya.


d.      Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.

Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakahyang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.

e.         Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan)
Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.

Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah. Di kalangan ilmuwan dan para praktisi manajemen sumber daya manusia teori harapan ini mempunyai daya tarik tersendiri karena penekanan tentang pentingnya bagian kepegawaian membantu para pegawai dalam menentukan hal-hal yang diinginkannya serta menunjukkan cara-cara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginannnya itu. Penekanan ini dianggap penting karena pengalaman menunjukkan bahwa para pegawai tidak selalu mengetahui secara pasti apa yang diinginkannya, apalagi cara untuk memperolehnya.


http://www.gunadarma.ac.id