Wednesday, October 17, 2012

Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi


Dalam suatu organisasi terdapat suatu ciri-ciri, ciri-cirinya yaitu :
1.       Adanya komponen (atasan dan bawahan)
2.       Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang
3.       Adanya tujuan
4.       Adanya sasaran
5.       Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
6.       Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Dan adapun ciri-ciri organisasi menurut Berelson dan Steiner, menurut mereka organisasi memiliki ciri-ciri yaitu :
1.       Formalitas adalah organisasi yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
2.       Hirearkhi adalah organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
3.       Besarnya dan Kompleksnya merupakan organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
4.       Lamanya (duration) merupakan organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.


Dalam organisasi, selain terdapat ciri-ciri, organisasi juga terdapat unsur-unsur, yaitu :
1.       Manusia (Man)
Pegawai atau orang yang terdiri dari semua anggota atau warga organisasi.
2.       Kerjasama
Suatu bentuk kegiatan yang saling bahu membahu untuk memecahkan suatu masalah, meskipun adanya tingkatan dalam pekerjaan, tidak menutup kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
3.       Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arahan atau sasaran yang ingin dicapai. Dengan adanya tujuan mengambarkan sasaran apa yang akan dicapai.
4.       Peralatan (Equipment)
Dalam proses organisasi dibutuhkan peralatan-peralatan yang menunjang atau membantu agar proses organisasi dapat berjalan dengan lancar.
5.       Lingkungan
a.      Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh terhadap daya gerak kehidupan organisasi, karena kondisi atau situasi akan selalu mengalami perubahan.
b.   Tempat atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi yang harus dilakukan oleh organisasi.
c.  Wilayah operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi. Wilayah operasi dibedakan menjadi :
-          Wilayah kegiatan
-          Wilayah jangkauan, atau wilayah geografis atau wilayah teritorial
-          Wilayah personil
-          Wilayah kewenangan atau kekuasaan
6.       Kekayaan alam
7.       Kerangka/Konstruksi mental

Setiap organisasi memiliki unsur-unsur yang terkandung secara mutlak didalamnya, antara lain :
-          Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama
Wadah yang termasuk
-          Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
-          tugas dan kedudukannya masing-masing
-          Ada tujuan tertentu

Teori Organisasi dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
1.       Teori Organisasi Klasik
Teori klasik dikenal sebagai teori tradisional, pada teori ini, organisasi disebutkan lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.
Teori organisasi klasik dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
a.    Birokrasi                             : Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya yang berjudul “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization”.
b.   Administrasi                     : Teori ini dikemukakan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick dari Eropa dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika.
c.    Manajemen Ilmiah        : Teori ini dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor.

2.       Teori Neoklasik
Teori ini disebut juga sebagai Teori Hubungan Manusiawi, teori ini ditemukan karena adanya ketidakpuasaan pada teori klasik, maka dibuatlah penyempurnaan dari teori klasik ini yang disebut sebagai Teori Neoklasik.

3.       Teori Modern
Teori ini disebut sebagai Teori Analisa Sistem dan Teori Terbuka, teori ini memadukan antara teori klasik dengan teori neoklasik, sehingga menghasilkan teori modern. Teori ini adalah penyempurnaan dari teori klasik dan teori neoklasik, karena adanya ketidakpuasaan dengan teori klasik dan neoklasik maka dibuatlah teori ini.
Teori ini melihat bahwa organisasi merupakan suatu kesatuan, yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.

No comments: