Friday, December 21, 2012

Organisasi


Tipe dan Bentuk Organisasi

Tipe atau bentuk organisasi data adalah suatu bentuk organisasi yang disajikan dalam bentuk data atau gambar. Dalam perkembangan untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu diketahui. Bentuk organisasi tersebut adalah:
a.             Organisasi Lini
Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil.
Ciri-ciri :
1.             Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
2.             Jumlah karyawan sedikit
3.             Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
4.             Belum terdapat spesialisasi
5.             Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
6.             Struktur organisasi sederhana dan stabil
7.             Organisasinya kecil

Keuntungan penggunaan organisasi garis :
1.             Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara
2.             Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
3.             Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
4.             Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
5.             Adanya penghematan biaya

Kelemahan organisasi garis :
1.             Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
2.             Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
3.             Tidak fleksibel
4.             Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
5.             Kurang tersedianya saf ahli

b.            Organisasi Lini dan Staff
Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiran, saran-saran, data informasi yang dibutuhkan :
Ciri-ciri:
1.             Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
2.             Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
3.             Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
4.             Jumlah karyawan banyak
5.             Organisasi besar, bersifat komplek

Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staff :
1.             Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
2.         Tipe organisasi garis dan staff fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
3.             Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
4.             Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
5.             Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan bakat individu masing-masing
6.             Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli

Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staff :
1.             Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal
2.   Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
3.          Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang
4.             Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar
5.  Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini

c.             Organisasi Fungsional
Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Ciri-ciri:
1.             Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
2.             Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
3.             Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
4.             Target-target jelas dan pasti
5.             Pengawasan ketat

Keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :
1.             Para pegawai bekerja sesuai kemampuannya masing-masing
2.             Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
3.            Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
4.           Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.

Kelemahan organisasi fungsional :
1.             Pekerjaan seringkali sangat membosankan
2.     Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
3.         Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

STRUKTUR ATAU SKEMA ORGANISASI

Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal atau bisa disebut juga sebagai susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan, sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung,yang apabila setiap bagian dapat dikeloladengan baik maka organisasi tersebutpun akan ikut membaik.

Pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada,hal ini akan sangat mempengaruhi dalam kelancaran atau kesejahteraan organisasi tersebut.Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
1.             Bentuk Vertikal
2.             Bentuk Mendatar / Horizontal
3.             Bentuk Lingkaran / Circular
4.             Bentuk Setengah Lingkaran / Semi Sircular
5.             Bentuk Elliptical
6.             Bentuk Piramida Terbalik (Invented Piramid)
Berikut penjelasannya :
1.    Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.Bagan vertikal adlah bagan yang dibuat secara vertikal yaitu dari yang paling atas hingga ke yang paling bawah.
2.       Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.
3.       Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke arah bidang lingkaran.
4.          Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
5.       Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips kearah bidang elips

Wednesday, October 17, 2012

Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi


Dalam suatu organisasi terdapat suatu ciri-ciri, ciri-cirinya yaitu :
1.       Adanya komponen (atasan dan bawahan)
2.       Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang
3.       Adanya tujuan
4.       Adanya sasaran
5.       Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
6.       Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Dan adapun ciri-ciri organisasi menurut Berelson dan Steiner, menurut mereka organisasi memiliki ciri-ciri yaitu :
1.       Formalitas adalah organisasi yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
2.       Hirearkhi adalah organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
3.       Besarnya dan Kompleksnya merupakan organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
4.       Lamanya (duration) merupakan organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.


Dalam organisasi, selain terdapat ciri-ciri, organisasi juga terdapat unsur-unsur, yaitu :
1.       Manusia (Man)
Pegawai atau orang yang terdiri dari semua anggota atau warga organisasi.
2.       Kerjasama
Suatu bentuk kegiatan yang saling bahu membahu untuk memecahkan suatu masalah, meskipun adanya tingkatan dalam pekerjaan, tidak menutup kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
3.       Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arahan atau sasaran yang ingin dicapai. Dengan adanya tujuan mengambarkan sasaran apa yang akan dicapai.
4.       Peralatan (Equipment)
Dalam proses organisasi dibutuhkan peralatan-peralatan yang menunjang atau membantu agar proses organisasi dapat berjalan dengan lancar.
5.       Lingkungan
a.      Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh terhadap daya gerak kehidupan organisasi, karena kondisi atau situasi akan selalu mengalami perubahan.
b.   Tempat atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi yang harus dilakukan oleh organisasi.
c.  Wilayah operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi. Wilayah operasi dibedakan menjadi :
-          Wilayah kegiatan
-          Wilayah jangkauan, atau wilayah geografis atau wilayah teritorial
-          Wilayah personil
-          Wilayah kewenangan atau kekuasaan
6.       Kekayaan alam
7.       Kerangka/Konstruksi mental

Setiap organisasi memiliki unsur-unsur yang terkandung secara mutlak didalamnya, antara lain :
-          Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama
Wadah yang termasuk
-          Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
-          tugas dan kedudukannya masing-masing
-          Ada tujuan tertentu

Teori Organisasi dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
1.       Teori Organisasi Klasik
Teori klasik dikenal sebagai teori tradisional, pada teori ini, organisasi disebutkan lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.
Teori organisasi klasik dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
a.    Birokrasi                             : Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya yang berjudul “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization”.
b.   Administrasi                     : Teori ini dikemukakan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick dari Eropa dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika.
c.    Manajemen Ilmiah        : Teori ini dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor.

2.       Teori Neoklasik
Teori ini disebut juga sebagai Teori Hubungan Manusiawi, teori ini ditemukan karena adanya ketidakpuasaan pada teori klasik, maka dibuatlah penyempurnaan dari teori klasik ini yang disebut sebagai Teori Neoklasik.

3.       Teori Modern
Teori ini disebut sebagai Teori Analisa Sistem dan Teori Terbuka, teori ini memadukan antara teori klasik dengan teori neoklasik, sehingga menghasilkan teori modern. Teori ini adalah penyempurnaan dari teori klasik dan teori neoklasik, karena adanya ketidakpuasaan dengan teori klasik dan neoklasik maka dibuatlah teori ini.
Teori ini melihat bahwa organisasi merupakan suatu kesatuan, yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.

Tuesday, October 2, 2012

Arti Pentingnya Organisasi dan Metode


Organisasi adalah tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana & parasarana, data, informasi dsb, yang untuk mencapai suatu tujuan organisasi secara efisien dan efektif.

Pengertian organisasi menurut para ahli :
-          Menurut Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan yang dimana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
-          Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
-          Menurut Chester I. Bernard, organisasi adalah sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
-          Menurut Stephen P. Robbins, organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan dengan batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama.

Manajemen & Organisasi
Manajemen adalah sarana untuk mencapai suatu tujuan organisasi dengan memanfaatkan alat-alat semaksimal mungkin agar tujuan tersebut dapat tercapai.

Ada beberapa pengertian mengenai manajemen yang dikemukakan menurut para ahli :
-          Mary Parker Follet, mendefinisikan bahwa manajemen adalah sebuah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
-          Ricky W. Griffin, mendefinisikan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran tujuan secara efektif dan efesien.

Maka dapat disimpulkan bahwa manajemen dan organisasi memiliki kesamaan antara keduanya, dan memiliki peran yang membuat keduanya terkait. Tanpa adanya suatu organisasi, maka manajemen tidak akan tercapai. Organisasi dibentuk agar suatu tujuan bersama dapat tercapai, sama halnya dengan manajemen yang terbentuk karena adanya organisasi agar tujuan bersama dapat tercapai.

Manajemen & Tata Kerja
Seperti yang dijelaskan diatas bahwa manajemen adalah sarana untuk mencapai suatu tujuan oganisasi agar tecapainya suatu tujuan, maka untuk tata kerja adalah cara bagaimana agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat di perlukan dapat di manfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat.

Tanpa adanya sebuah tata kerja, maka tidak akan terciptanya suatu manajemen yang baik dan disiplin dalam mencapai suatu tujuan.

Manajemen, Organisasi & Tata Kerja
Kesimpulannya adalah bahwa suatu manajemen yang baik dapat tercipta dengan adanya suatu organisasi yang solid dan mengetahui tata kerjanya sehingga dapat mengahasilkan atau mencapai suatu tujuan yang sudah direncakan, diselenggarakan dan diawasi sebelumnya.


http://www.gunadarma.ac.id